Diklorometana (CAS 75-09-2), umumnya dikenal sebagai metilen klorida, adalah pelarut utama dalam banyak aplikasi laboratorium. Sifat fisik dan kimianya yang unik menjadikannya alat yang sangat diperlukan bagi para peneliti dan ilmuwan di berbagai disiplin ilmu, mulai dari kimia organik hingga ilmu analitik. Memahami sifat-sifat ini adalah kunci untuk memanfaatkan DCM secara efektif dan aman di lingkungan laboratorium.

Secara kimia, DCM adalah senyawa organik volatil non-polar dengan rumus CH2Cl2. Struktur molekulnya, yang menampilkan atom karbon pusat yang terikat pada dua atom hidrogen dan dua atom klorin, menghasilkan sedikit polaritas, tetapi momen dipol keseluruhannya relatif rendah. Karakteristik ini membuatnya dapat bercampur dengan berbagai pelarut organik, namun hanya sedikit larut dalam air. Titik didihnya yang rendah (sekitar 39,6 °C) merupakan keuntungan signifikan, memungkinkan penguapan yang mudah setelah reaksi atau ekstraksi, yang krusial untuk mengisolasi senyawa target.

Di laboratorium, keserbagunaan DCM terbukti dalam berbagai aplikasinya:

  • Pelarut untuk Kromatografi: DCM sering digunakan sebagai fase gerak dalam teknik seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) dan Kromatografi Lapis Tipis (TLC). Kemampuannya untuk melarutkan spektrum senyawa yang luas dan polaritasnya yang sesuai membuatnya cocok untuk memisahkan campuran kompleks.
  • Pelarut Ekstraksi: Daya pelarutnya yang kuat menjadikan DCM pilihan yang sangat baik untuk mengekstraksi senyawa organik dari produk alami, campuran reaksi, atau sampel biologis. Misalnya, ini digunakan dalam mengekstraksi lipid, minyak, dan bahan farmasi aktif tertentu.
  • Medium Reaksi: DCM berfungsi sebagai pelarut reaksi dalam banyak sintesis organik, terutama di mana sifat inertnya dan kemampuannya untuk melarutkan reaktan bermanfaat. Ini umumnya digunakan dalam reaksi yang melibatkan reagen organometalik atau substitusi elektrofilik.
  • Pembersihan dan Persiapan Sampel: Kemampuannya untuk melarutkan lemak dan residu menjadikan DCM berguna untuk membersihkan peralatan gelas laboratorium dan mempersiapkan sampel untuk analisis.

Namun, penggunaan DCM yang luas di laboratorium juga menuntut penekanan kuat pada keselamatan. Volatilitasnya berarti inhalasi adalah jalur paparan utama, dan DCM diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial. Oleh karena itu, penanganan DCM memerlukan ventilasi yang memadai, seperti sungkup asap (fume hood), dan penggunaan alat pelindung diri (APD), termasuk sarung tangan tahan bahan kimia dan kacamata pengaman. Kepatuhan terhadap Lembar Data Keselamatan (SDS) sangat penting.

Untuk laboratorium yang membutuhkan DCM kemurnian tinggi untuk analisis atau reaksi sensitif, sumber dari produsen spesialis dan pemasok utama terkemuka sangatlah penting. Kami menyediakan DCM grade laboratorium dengan tingkat kemurnian terjamin dan spesifikasi detail, memastikan kinerja yang andal. Kami, sebagai produsen material, memahami kebutuhan krusial akan kualitas dan konsistensi dalam pengaturan penelitian dan berdedikasi untuk memasok bahan kimia yang memenuhi standar ketat. Jika lab Anda membutuhkan sumber Diklorometana yang andal untuk kromatografi, sintesis, atau ekstraksi, pertimbangkan untuk bermitra dengan kami untuk kebutuhan bahan kimia Anda.