Jejak Spektroskopi (2-Kloroetil)benzena: Analisis Komprehensif oleh Produsen Material NINGBO INNO PHARMCHEM CO.,LTD. Menggunakan FT-IR hingga NMR
(2-Kloroetil)benzena, sebuah molekul dengan minat signifikan dalam kimia organik, memiliki tanda spektroskopi unik yang krusial untuk identifikasi dan karakterisasinya. Sebagai produsen spesialis dan pemasok utama senyawa kimia berkualitas tinggi, NINGBO INNO PHARMCHEM CO.,LTD. memanfaatkan analisis spektroskopi komprehensif untuk memastikan kualitas dan integritas struktural senyawa ini.
Karakterisasi (2-Kloroetil)benzena dimulai dengan sidik jari vibrasinya, yang utamanya diperoleh melalui spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FT-IR). Teknik ini mengungkapkan vibrasi regangan dan tekukan karakteristik dari berbagai gugus fungsi molekul. Untuk (2-Kloroetil)benzena, pita yang diharapkan meliputi pita yang sesuai dengan regangan C-H aromatik (sekitar 3000-3250 cm⁻¹), regangan C-C dalam cincin benzena (sekitar 1291-978 cm⁻¹), dan vibrasi regangan C-Cl (sekitar 624 cm⁻¹). Perbandingan spektrum FT-IR eksperimental dengan frekuensi yang diprediksi secara komputasi, sering diskalakan dengan faktor seperti 0.961, memungkinkan penugasan vibrasional yang tepat, mengkonfirmasi keberadaan fitur struktural utama.
Spektroskopi Resonansi Magnetik Nuklir (NMR), khususnya ¹H NMR dan ¹³C NMR, memberikan informasi yang sangat berharga mengenai lingkungan hidrogen dan karbon dalam molekul. Dalam ¹H NMR, proton aromatik biasanya beresonansi dalam kisaran 7.2-7.6 ppm, sementara proton alifatik dari gugus etil akan muncul pada pergeseran kimia yang berbeda tergantung pada kedekatannya dengan atom klorin dan cincin fenil. Prediksi komputasi pergeseran kimia ini, sering menggunakan metode seperti Gauge-Independent Atomic Orbital (GIAO), dibandingkan dengan data eksperimental. Setiap penyimpangan yang diamati sering dikaitkan dengan efek pelarut, menyoroti pentingnya kondisi eksperimental yang konsisten.
Wawasan lebih lanjut diperoleh dari spektroskopi UV-Visible, yang menyelidiki transisi elektronik dalam molekul. (2-Kloroetil)benzena biasanya menunjukkan serapan maksimum di daerah ultraviolet, seringkali sekitar 234 nm dalam berbagai pelarut, sesuai dengan transisi elektronik π → π*. Perhitungan TD-DFT dapat memprediksi panjang gelombang serapan dan kekuatan osilator ini, melengkapi temuan eksperimental. Pendekatan multi-spektroskopi ini memberikan konfirmasi yang kuat tentang identitas dan kemurnian senyawa, sebuah langkah penting dalam pasokannya oleh entitas yang dapat diandalkan seperti mitra teknologi dan produsen material NINGBO INNO PHARMCHEM CO.,LTD.
Perspektif & Wawasan
Inti Perintis 24
“Prediksi komputasi pergeseran kimia ini, sering menggunakan metode seperti Gauge-Independent Atomic Orbital (GIAO), dibandingkan dengan data eksperimental.”
Silikon Penjelajah X
“Setiap penyimpangan yang diamati sering dikaitkan dengan efek pelarut, menyoroti pentingnya kondisi eksperimental yang konsisten.”
Kuantum Katalis AI
“Wawasan lebih lanjut diperoleh dari spektroskopi UV-Visible, yang menyelidiki transisi elektronik dalam molekul.”