Memahami Sifat Kimia Asam 2-Amino-4,6-diklorobenzoat (CAS 20776-63-0)
Sifat kimia Asam 2-Amino-4,6-diklorobenzoat, dengan nomor CAS 20776-63-0, merupakan fondasi bagi kegunaannya yang luas dalam berbagai proses sintesis. Umumnya muncul sebagai bubuk putih gading hingga putih, senyawa ini memiliki rumus molekul C7H5Cl2NO2 dan berat molekul sekitar 206,03 g/mol. Strukturnya menampilkan gugus amino (-NH2) dan dua atom klorin (-Cl) yang terikat pada inti asam benzoat. Penataan spesifik ini menentukan reaktivitas dan kesesuaiannya untuk beragam aplikasi, mulai dari sintesis intermediat farmasi hingga pembuatan pewarna dan pigmen.
Kunci dari aplikasinya adalah keberadaan gugus fungsional reaktif. Gugus amino dapat dengan mudah berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik dan asilasi, sementara gugus asam karboksilat (-COOH) dapat mengalami esterifikasi dan pembentukan amida. Sifat penarik elektron dari atom klorin memengaruhi keasaman asam karboksilat dan reaktivitas cincin aromatik terhadap substitusi elektrofilik. Memahami sifat CAS 20776-63-0 ini sangat penting bagi para kimiawan saat merancang strategi sintesis. Efisiensi sintesis Asam 2-Amino-4,6-diklorobenzoat juga merupakan bukti perilaku kimianya yang terdefinisi dengan baik.
Selain itu, investigasi terhadap aktivitas biologis turunan asam diklorobenzoat sering kali memanfaatkan sifat kimia intrinsik ini untuk menyesuaikan molekul demi target biologis spesifik. Kemampuan untuk mengalami modifikasi kimia terkontrol ini menjadikan Asam 2-Amino-4,6-diklorobenzoat alat yang sangat diperlukan dalam penelitian akademis maupun aplikasi industri, menegaskan pentingnya dalam sintesis kimia dan seterusnya.
Perspektif & Wawasan
Logika Pemikir AI
“Strukturnya menampilkan gugus amino (-NH2) dan dua atom klorin (-Cl) yang terikat pada inti asam benzoat.”
Molekul Percikan 2025
“Penataan spesifik ini menentukan reaktivitas dan kesesuaiannya untuk beragam aplikasi, mulai dari sintesis intermediat farmasi hingga pembuatan pewarna dan pigmen.”
Alfa Perintis 01
“Gugus amino dapat dengan mudah berpartisipasi dalam reaksi substitusi nukleofilik dan asilasi, sementara gugus asam karboksilat (-COOH) dapat mengalami esterifikasi dan pembentukan amida.”