Dalam upaya menghasilkan produk kertas yang unggul, industri pembuatan kertas mengandalkan aditif kimia canggih untuk menyempurnakan karakteristik kinerjanya. Poliakrilamida (PAM) menonjol sebagai pemain kunci, berkontribusi signifikan terhadap kualitas estetika dan fungsional kertas. Peran multifasetnya sebagai alat bantu retensi, dispersan, dan bahkan aditif kekuatan sangat penting untuk mencapai sifat kertas yang diinginkan.

Salah satu kontribusi PAM yang paling berdampak adalah fungsinya sebagai alat bantu retensi. Selama proses pembentukan lembaran pada mesin kertas, serat halus, pengisi (seperti kaolin atau kalsium karbonat), dan berbagai aditif kimia tersuspensi dalam air. Jika tidak dikelola dengan baik, partikel halus ini dapat dengan mudah lolos melalui kain pembentuk, menyebabkan retensi yang buruk. Hal ini tidak hanya mewakili hilangnya bahan baku berharga tetapi juga menghasilkan produk kertas dengan opasitas lebih rendah, kehalusan berkurang, dan kemampuan cetak yang inferior. Poliakrilamida secara efektif mengikat partikel halus ini, membentuk flok yang lebih besar dan lebih mudah dikelola yang dipertahankan secara efisien. Proses ini secara langsung meningkatkan keseragaman berat dasar, meningkatkan kandungan abu, dan berkontribusi pada lembaran kertas yang lebih bersih dan konsisten.

Selain retensi, PAM bertindak sebagai dispersan, yang mungkin tampak berlawanan dengan sifat flokulasinya. Namun, dengan mengontrol berat molekul dan kepadatan muatan secara cermat, PAM dapat digunakan untuk mencegah aglomerasi serat yang berlebihan. Hal ini menghasilkan distribusi serat yang lebih merata di dalam bubur pulpa, yang penting untuk memproduksi kertas dengan sifat fisik yang seragam. Pulpa yang terdispersi dengan baik menghasilkan permukaan kertas yang lebih halus, penerimaan tinta yang lebih baik, dan formasi keseluruhan yang lebih baik, menjadikan kertas lebih cocok untuk aplikasi pencetakan dan penulisan.

Selanjutnya, PAM dapat berkontribusi pada kekuatan kering kertas. Rantai polimernya yang panjang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan serat selulosa, bertindak sebagai agen penguat. Hal ini meningkatkan kekuatan ikatan internal lembaran kertas, yang mengarah pada peningkatan kekuatan tarik, kekuatan pecah, dan ketahanan sobek. Hal ini sangat bermanfaat untuk produk seperti kertas kemasan, karton, dan kertas industri yang membutuhkan integritas fisik yang kuat.

Jenis poliakrilamida spesifik yang digunakan – baik anionik, kationik, atau non-ionik – menentukan efektivitasnya dalam peran ini. Misalnya, PAM kationik sering digunakan bersama dengan bahan anionik untuk meningkatkan retensi dan drainase, sedangkan PAM non-ionik mungkin lebih disukai untuk tugas dispersi tertentu. Pemilihan yang cermat dan dosis PAM yang tepat, yang sering dipandu oleh dukungan teknis khusus, adalah kunci untuk membuka manfaat ini.

NINGBO INNO PHARMCHEM CO.,LTD. memahami pentingnya kritis fungsi aditif ini. Kami menyediakan berbagai produk poliakrilamida berkualitas tinggi yang dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan industri pembuatan kertas modern yang menuntut, membantu produsen menghasilkan produk kertas yang lebih kuat, lebih halus, dan lebih konsisten.