Memilih koagulan yang tepat merupakan keputusan krusial untuk setiap proses pengolahan air, yang memengaruhi efisiensi dan biaya. Dua koagulan anorganik yang paling umum digunakan adalah Polyaluminium Chloride (PAC) dan Aluminum Sulfate (Alum). Keduanya berfungsi untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan kotoran dari air, tetapi mereka memiliki perbedaan signifikan dalam sifat kimia, kinerja, dan kesesuaian aplikasi. NINGBO INNO PHARMCHEM CO.,LTD., seorang pemasok bahan kimia terkemuka dan produsen spesialis, menguraikan perbedaan ini untuk membantu Anda memilih dengan bijak.

Memahami Aluminum Sulfate (Alum)

Aluminum Sulfate, yang sering disebut Alum, telah menjadi andalan dalam pengolahan air selama beberapa dekade. Ini adalah garam asam yang terhidrolisis dalam air untuk menghasilkan flok aluminium hidroksida, yang menjebak kotoran. Alum umumnya lebih hemat biaya per unit dan efektif dalam berbagai kondisi air baku. Namun, kinerjanya bisa kurang optimal di air dingin atau rendah kekeruhan. Selain itu, Alum membutuhkan kondisi basa untuk berfungsi secara efektif dan dapat menurunkan pH air yang diolah secara signifikan, sering kali memerlukan penambahan bahan kimia basa seperti kapur atau soda abu untuk menetralkan air, yang menambah biaya dan kompleksitas keseluruhan proses pengolahan.

Keunggulan Polyaluminium Chloride (PAC)

Polyaluminium Chloride adalah koagulan polimer anorganik yang lebih canggih. Ini pada dasarnya adalah garam aluminium pra-hidrolisis dengan berat molekul lebih tinggi dan struktur polimerik yang lebih stabil. Kimia lanjutan ini menawarkan beberapa keunggulan berbeda:

  • Efisiensi Lebih Tinggi: PAC umumnya menghasilkan flok yang lebih besar dan lebih padat lebih cepat daripada Alum, yang mengarah pada sedimentasi dan filtrasi yang lebih baik. Kinerja yang meningkat ini sangat terlihat dalam kondisi air yang menantang seperti suhu rendah dan kekeruhan rendah.
  • Rentang pH Lebih Luas: PAC dapat beroperasi secara efektif di berbagai rentang pH (biasanya 5-9) dibandingkan dengan Alum, sering kali membutuhkan lebih sedikit penyesuaian pH. Ini dapat secara signifikan mengurangi konsumsi bahan kimia dan biaya operasional.
  • Dosis Bahan Kimia Lebih Rendah: Berkat efisiensinya yang lebih tinggi, PAC biasanya membutuhkan tingkat dosis yang lebih rendah untuk mencapai hasil pengolahan yang diinginkan, yang semakin berkontribusi pada penghematan biaya.
  • Produksi Lumpur Berkurang: Flok yang lebih padat yang dihasilkan oleh PAC terkadang dapat menghasilkan volume lumpur yang lebih sedikit, menyederhanakan penanganan dan pembuangan lumpur.
  • Konsumsi Alkalinitas Lebih Rendah: PAC mengonsumsi lebih sedikit alkalinitas dalam air dibandingkan dengan Alum, yang menyebabkan dampak lebih sedikit pada pH air yang diolah.

Kapan Memilih Koagulan yang Mana?

Untuk pengolahan air umum di mana biaya adalah penggerak utama dan kondisi air moderat, Aluminum Sulfate dapat menjadi pilihan yang layak. Namun, untuk aplikasi yang menuntut kemurnian lebih tinggi, efisiensi lebih besar, dan kinerja lebih baik dalam kondisi yang menantang, Polyaluminium Chloride adalah pilihan yang unggul. Jika Anda ingin membeli PAC, terutama untuk pemurnian air minum atau pengolahan air limbah industri di mana kinerja dan penyesuaian operasional minimal menjadi kunci, PAC bubuk putih kemurnian tinggi kami adalah pilihan yang sangat baik. Sebagai produsen dan pemasok terkemuka di Tiongkok, kami menawarkan PAC dan Aluminum Sulfate untuk memenuhi beragam kebutuhan.

Membuat pilihan koagulan yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan hasil pengolahan air Anda. Konsultasikan dengan mitra teknologi dan produsen material Anda untuk menentukan pilihan terbaik bagi kebutuhan spesifik Anda.