Dalam dunia senyawa kesehatan alami, resveratrol telah lama diakui karena sifat antioksidan dan potensi mempromosikan kesehatannya. Namun, sepupunya, pterostilbene (PTS), semakin menarik perhatian komunitas ilmiah karena keunggulan-keunggulannya yang berbeda, terutama bioavailabilitasnya yang superior.

Baik pterostilbene maupun resveratrol adalah stilbenoid, sebuah kelas polifenol turunan tumbuhan yang dikenal akan manfaat kesehatannya. Keduanya memiliki kerangka struktural yang serupa, tetapi pterostilbene memiliki dua gugus metoksi di mana resveratrol memiliki gugus hidroksil. Perbedaan kimiawi yang tampaknya kecil ini memiliki implikasi mendalam terhadap bagaimana tubuh memproses senyawa-senyawa ini. Pterostilbene dimetabolisme lebih lambat dan diserap lebih efisien, menghasilkan kadar plasma yang jauh lebih tinggi dan lebih berkelanjutan dibandingkan resveratrol. Studi menunjukkan pterostilbene dapat memiliki bioavailabilitas hingga empat kali lebih baik daripada resveratrol.

Bioavailabilitas yang ditingkatkan ini berimplikasi pada potensi efikasi terapeutik yang lebih besar untuk pterostilbene. Dalam banyak studi praklinis yang meneliti efek antikanker dan anti-inflamasi, pterostilbene telah menunjukkan aktivitas yang sebanding atau bahkan lebih unggul dari resveratrol. Sebagai contoh, penelitian tentang efek keduanya pada sel kanker sering menunjukkan pterostilbene memicu respons yang lebih kuat dalam hal menghambat proliferasi sel dan menginduksi apoptosis. Demikian pula, tindakan anti-inflamasinya, yang dimediasi melalui jalur seperti NF-κB, mungkin lebih jelas karena keberadaannya yang lebih baik di dalam tubuh.

Implikasi dari bioavailabilitas pterostilbene yang ditingkatkan meluas ke perannya dalam mempromosikan kesehatan seluler dan umur panjang. Sebagai antioksidan, ia secara efektif melawan stres oksidatif, dan kemampuannya untuk mengaktifkan jalur sirtuin (seperti SIRT1) sangat penting untuk perbaikan dan metabolisme seluler. Fakta bahwa pterostilbene dapat mencapai manfaat-manfaat ini pada dosis yang berpotensi lebih rendah atau lebih efektif daripada resveratrol menjadikannya senyawa yang menarik untuk suplementasi.

Meskipun resveratrol tetap menjadi senyawa yang berharga, bukti ilmiah semakin menunjukkan pterostilbene sebagai alternatif alami yang ampuh dengan manfaat yang diperkuat. Seiring penelitian terus mengungkap berbagai keuntungan kesehatan pterostilbene, perannya dalam mempromosikan kesejahteraan dan potensi memerangi penyakit kronis diperkirakan akan meluas.